Total Tayangan Halaman

Selasa, 31 Januari 2012

peran remaja


Peran Remaja dan Permasalahannya dalam Kehidupan
1.    Pendahuluan
Pertumbuhan dan perkembangan setiap individu dilakukan melalui proses, mulai dari bayi, anak, remaja, pemuda dan masa dewasa. Masa anak adalah masa yang cukup signifikan dalam perkembangan kehidupan manusia. Bahkan menurut Freud, kehidupan lima tahun pertama manusia akan menentukan bagaimana ia menjalani kehidupan masa-masa selanjutnya. Hal ini menekankan pentingnya perkembangan optimal di masa anak, karena akan menentukan bagaimana anak bertumbuh kembang di tahapan perkembangan berikutnya.Tetapi dalam  masalah ini remajalah yang sangat dominan karena secara tidak langsung remaja akan dituntut dalam melaksanakan perannya baik di dalam keluarga, sekolah maupun masayarakat. Banyak para pakar yang melakukan pendekatkan normati dan efektif dalam membahasnnya. Daa yang mengatakn bahwa pemuda itu dimulai dari umur  dua belas sampai umur lima belas tahun, ada pula yang mengatakan mulai dari umur tiga belas sampai delapan belas tahun. Pada masa inilah kecerdasa emosi individu berkembang pesat. Kemampuan individu dalam memahami emosi yang dirasakan akan sampai pada tahap dimana ia mampu mengekspresikan perasaan secara akurat dan mengekspresikan kebutuhan yang mengitari perasaan-perasaan tersebut. Ia juga sensitif terhadap ekspresi emosi yang tidak sesuai atau yang dimanipulasi, karena individu dengan emotional intelligence yang baik memahami ekspresi dan manifestasi dari emosi. Oleh karena itu pada tahap ini remaja memungkinkan tidak mampu mengedalikan emosinnyam dikarenakan itu banyak remaja yang tidak dapat mengendalaikan tingkah lakunnya dan terjadilah kenakaln remaja.

2.      Pembahasan
  1. Permasalahan remaja

Banyaknya permasalahan dan krisis yang terjadi pada masa remaja ini menjadikan banyak ahli dalam bidang psikologi perkembangan menyebutnya sebagai masa krisis. Pada masa ini perubahan terjadi sangat drastis dan mengakibatkan terjadinya kondisi yang serba tanggung dan diwarnai oleh kondisi psikis yang belum mantap, selain dari pada itu periode ini pun dinilai sangat penting bahkan Erik Erikson (1998) menyatakan bahwa seluruh masa depan individu sangat tergantung pada penyelesaian krisis pada masa ini. Oleh karena itu maka pada masa remaja merupakan kompetisi yang paling utama untuk menentukan kerakteristik yang akan membawanya kedalam masa depan yang cerah. Kalau saja pada masa ini sang remaja tidak mampu berkompetisi  maka pad masa berikutnya sang remaja tersebut akan menemui jalan buntu. Remaja merupakn studi yang utama dalam komponen individu sebab remaja daoat berubah secara drastis. Perubahan yang sangat fenominal, perubahan yang tidak beraturan, karena disinilah emosi remaja sulit untuk dikendalikan. Mereka biasanya mengambil keputusan tanpa perhitungan yang matang yang mereka pikirkan yang penting dapat memenuhi keinginanannya saja atau yang disebut berfikir secara spontanitas
            Pada masa remaja ini perkembangan kecerdasan emosional sanagt agresif. Emotional intelligence digunakan untuk integrasi emosi yang menitikberatkan peran emosi dalam menghadapi masalah yang berkenaan dengan sistem kognisi. Emosi bertindak sebagai suatu sistem yang memberikan tanda atau sinyal-sinyal tertentu sejak lahir. Semakin matang, sinyal-sinyal tersebut mulai  sinyal-sinyal tertentu sejak lahir. Semakin matang, sinyal-sinyal tersebut mulai dapat dimanfaatkan dalam aktivitas kognisi yaitu dengan cara mengarahkan perhatian remaja pada hal-hal yang penting. Kontribusi emosi yang kedua dalam melakukan aktivitas kognisi adalah dengan “menempatkan” emosi pada suatu hal sehingga dapat lebih mudah untuk dipahami. Remaja  akan mencoba untuk menempatkan dirinya pada posisi orang lain yang merasakan sensasi emosi tertentu dan mencoba untuk merasakan emosi tersebut pada dirinya sendiri ketika dimintai pendapat mengenai emosi yang dirasakan oleh suatu karakter pada sebuah cerita atau pada saat diminta untuk menentukan emosi yang dirasakan oleh orang lain. Dalam perkembangannya, kemampuan untuk memanfaatkan sensasi emosi yang dirasakan akan disertai
dengan perencanaan. Ia mampu untuk membuat antisipasi pada saat memasuki sekolah baru. Dengan kata lain, terdapat sebuah proses dimana emosi dapat dihasilkan, dirasakan, dimanipulasi, serta diuji sehingga emosi tersebut dapat lebih mudah untuk dipahami. Semakin akurat individu merasakan sensasi emosi dan semakin realistis proses tersebut terjadi, remaja akan semakin terbantu untuk melakukan pilihan-pilihan dalam kehidupan.
Perputaran mood yang dirasakan individu dapat merubah cara pandang individu sehingga mendorong individu untuk melihat suatu hal dari berbagai sudut pandang. Lebih lanjut, remaja akan mampu untuk memahami bahwa perbedaan pemikiran serta tingkah laku yang ditampilkan disebabkan oleh jenis mood yang berbeda-beda.

B.     Karakteristik remaja
Sebagai periode yang paling penting, masa remaja ini memiliki karakterisitik yang khas jika dibanding dengan periode-periode perkembangan lainnya.pada umumnya masa remaja dapat dipandang sebagai suatu tahapan dalam pembentukan kepribadian manusia. Adapun rinciannya adalah sebagai berikut:

a.      Masa remaja adalah periode yang penting
Periode ini dianggap sebagai masa penting karena memiliki dampak langsung dan dampak jangka panjang dari apa yang terjadi pada masa ini. Selain itu, periode inipun memiliki dampak penting terhadap perkembangan fisik dan psikologis individu, dimana terjadi perkembangan fisik dan psikologis yang cepat dan penting. Kondisi inilah yang menuntut individu untuk bisa menyesuaikan diri secara mental dan melihat pentingnya menetapkan suatu sikap, nilai-nilai dan
mintal yang baru.
            Dalam masa ini juga diterapkannya masa pembelajaran mengenai pendidikan. Dalam pendidikan tersebut remaja dituntut untuk menggunakan otaknya semaksimal mungkin. Dimasa ini juga disebut masa keemasan, karena pada masa ini kecerdasan sangat melejit. Remaja mulai mengadakan pertukaran pengetahuan yang biasanya tidak sesuai dengan biasa mereka lakukan
Di masa remajalah merupakan tantangan yang sesungguhnya benar apa yang di uraikan oleh pakar bahwasanya kepribadian itu ditentukan pada masa ini yang akan menjanjikan kehidupan yang akan datang.

b. Masa remaja adalah masa peralihan
Periode ini menuntut seorang anak untuk meninggalkan sifat-sifat kekanak-kanakannya
dan harus mempelajari pola-pola perilaku dan sikap-sikap baru untuk menggantikan dan meninggalkan pola-pola perilaku sebelumnya. Selama peralihan dalam periode ini, seringkali seseorang merasa bingung dan tidak jelas mengani peran yang dituntut oleh lingkungan. Misalnya, pada saat individu menampilkan perilaku anak-anak maka mereka akan diminta untuk berperilaku sesuai dengan usianya, namun pada kebalikannya jika individu mencoba untuk berperilaku seperti orang dewasa sering dikatakan bahwa mereka berperilaku terlalu dewasa untuk usianya.
            Pola peralihan ini biasannya dilakukan pada lingkungan-lingkungan baik dalam keluarga, sekolah maupun di masyarakat. Tetapi peralihan yang dilakukan dalam bentuk prilaku biasannya ditemukan dalam pergaulan atau dalm komonitas permainan. Dari masa peralihan ini maka akn membawa anak kepada krakteristik daalm dirinnya. Coba kita lihat realita yang timbul pada masa remaja, misalnya anak yang baru lulus dari sekolah dasar kemudian dia masuk pada tingkat selantutnya  maka dia berada dalam atmosfer yang baru maka mas penyeusian pada dirinnya akan mengiti alur dalam komonitas tersebut. Oleh karema itu maka remaja di perlukan bimbingan dari orang tua dalam mengarhkannya.

c. Masa remaja adalah periode perubahan
Perubahan yang terjadi pada periode ini berlangsung secara cepat, peubahan fisik yang cepat membawa konsekuensi terjadinya perubahan sikap dan perilaku yang juga cepat. Terdapat lima karakteristik perubahan yang khas dalam periode ini yaitu,
(1) peningkatan emosionalitas,
(2) perubahan cepat yang menyertai kematangan seksual,
(3) perubahan tubuh, minat dan peran yang dituntut oleh lingkungan yang menimbulkan masalah   baru,
(4) karena perubahan minat dan pola perilaku maka terjadi pula perubahan nilai, dan
(5) kebanyakan remaja merasa ambivalent terhadap perubahan yang terjadi.
           Dari karakteristik tersebut emosi remaja sulit untuk dikendalikan karena yang dia lakuan hanya spontanitas tanpa melalui pemikiran yang matang. Kalau emosinya tidak dapat dibendung mak akan membawannya ke dalam perubahan yang drastic. Perubahan yang tanpa melalui perhitungan yang akan mengakibatkan ketrpurukan dalam dirinnya jikalau emosi lebih dominan daripada nalarnya. Kalau saja remaja hidup dalam lingkungan masyarakat maka akan mengakibatkan peran yang begitu baik namun apabila emosi tersebut diguanak dalam hal yang berkaitan dengan hal-hal yang membangun maka itu sangat menguntungkan. Dari polapikir remaja akan mengarah terhadap prilaku remaja itu sendiri.
           Pada priode ini msa berfikir remaja tentang masalah perannya sangat minim oleh krena itu remaja mementingkan kesenangan saja namun dlam tahap ini merupakan tahapan krakteristik yang sangat menentukan terhadap prilakunya dalam kehidupan yang berikutnya.

d. Masa remaja adalah usia bermasalah
Pada periode ini membawa masalah yang sulit untuk ditangani baik bagi anak laki-laki maupun perempuan. Hal ini disebabkan oleh dua alasan yaitu :
  1. pertama, pada saat anak-anak paling tidak sebagian masalah diselesaikan oleh orang tua atau guru, sedangkan sekarang individu dituntut untuk bisa menyelesaikan masalahnya sendiri.
  2. Kedua, karena mereka dituntut untuk mandiri maka seringkali menolak untuk dibantu oleh orang tua atau guru, sehingga menimbulkan kegagalan kegagalan dalam menyelesaikan persoalan tersebut.

e. Masa remaja adalah masa pencarian identitas diri
Pada periode ini, konformitas terhadap kelompok sebaya memiliki peran penting bagi remaja. Mereka mencoba mencari identitas diri dengan berpakaian, berbicara dan berperilaku sebisa mungkin sama dengan kelompoknya. Salah satu cara remaja untuk meyakinkan dirinya yaitu dengan menggunakan simbol status, seperti mobil, pakaian dan benda-benda lainnya yang dapat dilihat oleh orang lain.
Pada priode ini maka remaja ingin menjadikan dirinya yang eksis mereka ingin diakui keberadaanya. Dengan gaya tersebut mereka ingin diakui sekaligus supaya dipuji atau bagaian dari entensitas tersebut.

f. Masa remaja adalah usia yang ditakutkan
Masa remaja ini seringkali ditakuti oleh individu itu sendiri dan lingkungan. Gambaran-gambaran negatif yang ada dibenak masyarakat mengenai perilaku remaja mempengaruhi cara mereka berinteraksi dengan remaja. Hal ini membuat para remaja itu sendiri merasa takut untuk menjalankan perannya dan enggan meminta bantuan orang tua atau pun guru untuk memecahkan masalahnya.
Dalam hal ini remaja hanya menjadi simbol dalam perannya yang sesungguhnya di dalam masyarakat karena mereka masih belum mampu untuk memecahkan permasalahnnya sendiri. Mereka membutuhkan bimbingan dari orang lain untuk di hargai di masyarakat tersebut

g. Masa remaja adalah masa yang tidak realistis
Remaja memiliki kecenderungan untuk melihat hidup secara kurang realistis, mereka memandang dirinya dan orang lain sebagaimana mereka inginkan dan bukannya sebagai dia sendiri. Hal ini terutama terlihat pada aspirasinya, aspiriasi yang tidak realitis ini tidak sekedar untuk dirinya sendiri namun bagi keluarga, teman. Semakin tidak realistis aspirasi mereka maka akan semakin marah dan kecewa apabila aspirasi tersebut tidak dapat mereka capai.
Dalam priode ini remaja memainkan perananya dengan menggunakan keutamaan emosi daripada berfikir secara logis, oleh krena itu remaja sangat rentan untuk menyalahkan orang alin padahal anggapannya belum tentu benar menurut orang lain.

h. Masa remaja adalah ambang dari masa dewasa
Pada saat remaja mendekati masa dimana mereka dianggap dewasa secara hukum, mereka merasa cemas dengan stereotype remaja dan menciptakan impresi bahwa mereka mendekati dewasa. Mereka merasa bahwa berpakaian dan berperilaku seperti orang dewasa sringkali tidak cukup, sehingga mereka mulai untukmemperhatikan perilaku atau simbol yang berhubungan dengan status orang dewasa seperti merokok, minum, menggunakan obat-obatan bahkan melakukan
hubungan seksual.
            Anggapan yang timbul dalam masalah ini remaja sangat anggresif terhadap penerimaan pribadinnya yaitu mereka ingin menunjukkan eksistensi pada dirinnya. Anggapannya selalu mengkaitkan bahwasanya mereka sudah pantas mengatur dirinya sendiri. Keterlibatan orang lain tidak digubrisnya. Dia menonjolkan kemauannya sendiri tanpa berurusan dengan orang lain.

C.     Tugas Perkembangan Masa Remaja
Semua tugas-tugas perkembangan masa remaja terfokus pada bagaimana melalui sikap dan pola perilaku kanak-kanak dan mempersipakan sikap dan perilaku orang dewasa. Rincian tugas-tugas pada masa remaja ini adalah sebagai berikut :
    1. Mencapai relasi yang lebih matang dengan teman seusia dari kedua jenis kelamin
    2. Mencapai peran sosial feminin atau maskulin
    3. Menerima fisik dan menggunakan tubuhnya secara efektif
    4. Meminta, menerima dan mencapai perilaku bertanggung jawab secara sosial
    5. Mencapai kemandirian secara emosional dari orang tua dan orang dewasa lainnya
    6. Mempersiapkan untuk karir ekonomi
    7. Memperiapkan untuk menikah dan berkeluarga
    8. Memperoleh suatu set nilai dan sistem etis untuk mengarahkan perilaku.
D. Perubahan-perubahan yang terjadi pada Masa Remaja
Kalau kita membahas tentang perubahan fisik maka yang akan kita bahas adalah meliputi perubahan tinnggi tubuh, besar dan berat tubuh.
a.       Tinggi badan
Rata-rata anak perempuan mencapai tinggi dewasanya pada usia 17/18 tahun dan bagi anak laki-laki satu tahun lebih dari usia tersebut.
b.      Berat badan
Perubahan berat tubuh seiring dengan waktu sama dengan perubahan tinggi badan, hanya saja sekarang lebih menyebar ke seluruh tubuh.
c.        Proporsi tubuh
Berbagai bagian tubuh secara bertahap mencapai proporsinya. Misal: badan lebih lebar dan lebih kuat.
d.       Organ seksual
Pada laki-laki dan perempuan organ seksual mencapai ukuran dewasa padaperiode remaja akhir, namun fungsinya belum matang sampai dengan beberapa tahun kemudian
e.        Karakteristik sex sekunder
Karakteristik sek sekunder utama mengalami perkembangan pada level dewasa pada periode remaja akhir.
F.  Emosionalitas Masa Remaja
Selain terjadi perubahan fisik yang sangat mencolok, juga terjadi perubahan dalam emosionalitas remaja yang cukup mengemuka, sehingga ada beberapa hal yang dapat disimpulkan dari perubahan pada aspek emosionalitas ini. Masa ini disebut sebagai masa “storm and stres”, dimana terjadi peningkatanketegangan emosional yang dihasilkan dari perubahan fisik dan hormonal. Pada masa ini emosi seringkali sangat intens, tidak terkontrol dan nampak irrasional, secara umum terdapat peningkatan perilaku emosional pada setiap usia yang dilalui. Misalnya, pada usia 14 tahun, remaja menjadi mudah marah, mudah gembira, dan meledak secara emosional, sedangkan pada usia 16 tahun terjadi kebalikannya mereka mengatakan tidak terlalu merasa khawatir. Hal yang paling membuat remaja marah adalah apabila mereka diperlakukan seperti anak-anak atau pada saat merasa diperlakukan tidak adil. Ekspresi kemarahannya mungkin berupa mendongkol, menolak untuk bicara, atau mengkritik secara keras. Hal yang juga cukup mengemuka yaittu pada masa ini remaja lebih iri hati terhadap mereka yang memiliki materi lebih.
G. Perubahan Sosial pada Masa Remaja
Salah satu tugas perkembangan yang paling sulit pada masa remaja adalah penyesuaian sosial. Penyesuaian ini harus dilakukan terhadap jenis kelamin yang berlainana dalam suatu relasi yang sebelumnya tidak pernah ada dan terhadap orang dewasa diluar keluarga dan lingkungan sekolah. Pada masa ini remaja paling banyak menghabiskan waktu mereka di luar rumah bersama dengan teman sebaya mereka, sehingga bisa difahami apabila teman sebaya sangat berpengaruh terhadap sikap, cara bicara, minat, penampilan, dan perilaku remaja.Perubahan dalam perilaku sosial terlihat dengan adanya perubahan dalam sikap dan perilaku dalam relasi heteroseksual, mereka yang tadinya tidak menyukai keterlibatan lawan jenis menjadi menyukai pertemanan dengan lawan jenis. Secara umum dapat dikatakan bahwa minat terhadap lawan jenis meningkat. Selain itu, perubahan sosial yang terjadi dengan adanya nilai-nilai baru dalam memilih teman, dimana sekarang remaja lebih memilih yang memiliki minat dan nilai-nilai yang sama, bisa memahami dan membuat merasa aman, dapat dipercaya dan bisa diskusi mengenai hal-hal yang tidak bisa dibicarakan dengan guru atau orang tua. Pada masa ini pun remaja memiliki keinginan untuk tampil sebagai seorang yang populer dan disukai oleh lingkungannya.
H. Minat-minat pada Masa Remaja
Pada masa remaja terdapat minat-minat pada bidang kegiatan tertentu yang sangat beragam. Hal ini tergantung pada jenis kelamin, kecerdasan, lingkungan tempat tinggal mereka, kesempatan yang dimiliki untuk mengembangkan minat, apa yang diminati teman sebayanya, status dalam kelompok sosial, kemampuan bawaan, minat keluarganya dan beberapa faktor lainnya. Secara umum minat-minat remaja ini dapat dikategorikan menjadi :
1) Minat Rekreasi
Pada masa ini sudah muncul minat rekresi seperti halnya orang dewasa. Banyaknya hegiatan dan tuntutan baik di sekolah maupun dirumah dirasakan penting memiliki sarana rekreasi bagi remaja, Misalnya : permainan dan olah raga, santai, traveling, hobi, menari, membaca, film, radio, televisi dan melamun.
2) Minat Sosial
Perkembangan minat sosial tergantung pada kesempatan yang dimiliki remaja untuk mengembangkan minta ini dan sebagian tergantung seberapa populer dia di dalam kelompok sebayanya.
3) Minat Pribadi
Minat pada dirinya sendiri merupakan minat terkuat pada masa remaja, hal ini disebabkan karena mereka menyedari bahwa penerimaan dari sosial dipengaruhi oleh penampilan umum mereka, misalnya : penampilan, pakaian, prestasi, kemandirian, dan uang yang merupakan simbol status.
4) Minat terhadap Pendidikan
Pada remaja awal biasanya memberikan kritik atas sekolah secara umum dan mengenai larangan, PR, kursus yang dibutuhkan, makanan di kantin dan mekanisme belajar di sekolah. Mereka kritis terhadap guru dan cara mereka mengajar. Pada remaja akhir sikap terhadap pendidikan lebih banyak dipengaruhi oleh minat pekerjaannya.
5) Minat terhadap pekerjaan
Pada masa ini anak laki-laki maupun perempuan mulai untuk memikirkan secara lebih serius tentang masa depan mereka. Anak laki-laki lebih perhatian terhadap pekerjaan di masa depan dibanding anak perempuan. Anak laki-laki lebih menginginkan pekerjaan yang mewah, menarik dan memiliki gengsi yang tinggi, sedangkan anak perempuan lebih memilih pekerjaan yang lebih aman dan tidakmenyita waktu.
6) Minat religious
Para remaja sekarang ini tertarik pada agama dan merasa bahwa hal tersebut memiliki peran yang penting dalam kehidupan mereka.
7) Minat dalam simbol status
Pada masa remaja simbol status memiliki empat fungsi penting yaitu : mengatakan pada orang lain bahwa mereka memiliki status sosioekonomi yang lebih tinggi dari yang lain, remaja yang superior dinilai memiliki prestasi oleh kelompoknya, remaja diterima oleh kelompoknya karena kesamanan tampilan dan tindakan, dan remaja memiliki status yang mendekati dewasa.
I.    Faktor-faktor yang mempengaruhi sikap remaja terhadap pendidikan
Banyak faktor yang mempengaruhi sikap remaja antara lain Menurut Hurlock (1980), terdapat beberapa faktor yang mempengaruhi sikap remaja terhadap pendidikan, yaitu :
a. Sikap teman sebaya – apakah mereka berorientasi untuk melanjutkan kuliah atau berorientasi kerja.
b. Sikap orang tua – apakah orang tua menialai bahwa sekolah merupakan sarana peningkatan status sosialnya atau hanya sekedar tuntutan untuk menyekolahkan saja.
c. Tingkatan, yang menunjukkan kesuksesan atau kegagalan remaja secara akademis.
d. Relevansi atau nilai praktis dari bermacam-macam pelajaran.
e. Sikap terhadap guru, pegawai administrasi, kebijakan-kebijakan akademik dan disiplin.
f. Sukses dalam kegiatan ekstrakurikuler
g. Derajat penerimaan sosial oleh teman sekelasnya.
J. Tanda-tanda bahaya dari maladjustment remaja
Dengan adanya perubahan yang terjadi dalam fisik, psikologis dan sosial pada remaja yang sangat cepat dan drastis menuntut remaja tersebut untuk bisa menyesuaikan diri dengan perubahan tersebut dan tuntutan-tuntutan lingkungan baru yang menyertainya. Pada kenyataannya tidak semua remaja dapat menyesuaikan dengan perubahan tersebut, berikut adalah beberapa tanda-tanda penyesuaian diri yang salah pada remaja :
a. Tidak bertanggung jawab, misalnya mengabaikan sekolah.
b. Agresif secara berlebihan dan sikap yang tertalu yakin atas dirinya.
c. Perasaan tidak aman, yang menyebabkan remaja harus menyesuaikan dengan standar kelompok.
d. Homesickness
e. Menghayal secara berlebihan sebagai upaya untuk mengkompensir ketidakpuasan dari kehidupan sehari-hari.
f. Regresi perilaku ke tingkat perkembangan yang lebih awal, misalnya ngompol, ngamuk pada saat marah dan lain-lain.
g. Menggunakan defense mechanism secara berlebihan, seperti rasionalisasi, proyeksi, fantasi, dan displacement.
K. Cara-cara untuk menangani masalah ramaja
Banyak cara dalam mengatasi remaja. Banyak para pakar yang mencoba memecahkan masalah tersebut dimulai dengan adanya perubahan yang terjadi dalam fisik, psikologis dan sosial pada remaja yang sangat cepat dan drastis menuntut remaja tersebut untuk bisa menyesuaikan diri dengan perubahan tersebut dan tuntutan-tuntutan lingkungan baru yang menyertainya. Dengan cara memberikan perhatian yang lebih bagi mereka dan memberikan bimbingan secara intensif sehingga dapat menetralisir penyimpangan tersebut.
L. peran remaja dalam kehidupan
            Peran remaja sangat dominan dalam pergaulan bersama lingkungan ada yang mengatakan bahwa peran remaja antara lain :
  1. Sebagai bibit masa depan untuk kelangsungan sebuah Negara
  2. Sebagai penerus anggota keluarga dalam kedudukan dimasyarakatnya
  3. Chang of generations yaitu sebagai pelopor tentang masalah yang terjadi  di lingkungan sekitarnya yang akan membawannya pada suatu  perubahan.
Diantara peran diatas masih banyak yang masih di kaji oleh para ahli sampai sekarang ini.  



Tidak ada komentar:

Posting Komentar